Bahasa Sinetron

\

*Mumpung Bulan Bahasa belum lama lewat ..

Mengapa ya, di televisi sekarang (( … atau memang sejak dulu dan saya baru nyadar sekarang? )) bertabur kata-kata “Ya sudah, kalau begitu…” atau tepatnya “Ya udah, kalo gitu…”. ((Mungkin bahasa Indonesia ‘baik dan benar’-nya adalah: “Ya sudah, jika demikian …” ))

Coba perhatikan sinetron-sinetron. Apakah karena jalan cerita sinetron sekarang sedemikian rupa ((‘Sedemikian rupa’ itu seperti apa, ya … Apa pula penyebabnya? )) sehingga untuk melanjut ke cerita berikutnya diperlukan frasa penghubung semacam itu.

Pembaruan: Setelah agak lama saya perhatikan, Kalimat tersebut juga muncul di acara-acara pentas, baik pentas musik maupun pentas adu bakat. Para penyaji (presenter) berbicara ke sana kemari dan salah satu akan menukas dengan berkata, “Ya udah …” atau seperti yang telah dikemukakan di atas, “Ya sudah kalau begitu …” [z]


Catatan Kaki