Masjid yang Nyaman

\
Kadang ada yang menyatakan bahwa masjid tua, atau masjid lama lebih sejuk. “Aura” tua sering diduga sebagai penyebab. Namun, boleh jadi kenyamanan termal tersebut juga dihasilkan oleh rancangan bangunan masjid yang kebetulan tua tersebut.
Dari sisi rancang bangunnya, masjid tua ini memiliki beberapa karakter yang dapat menyumbang kepada kenyamanan termal bagi jamaah yang beraktivitas di dalamnya.
Masjid-masjid lama Nusantara umumnya beratap tumpang, dengan lubang di sela-sela tingkatan atap. Dengan berbagai lubang seperti pintu, jendela, serta lubang angin yang cukup pada dinding, maka efek Cerobong Asap akan membantu mengusir rasa panas atau gerah di dalam bangunan. Udara panas lebih ringan daripada udara dingin sehingga cenderung naik ketas meninggalkan udara dingin di bawah. Udara panas ini kemudian akan dibuang keluar secara alami melalui lubang-lubang di antara tumpukan atap tumpang.
Langit-langit masjid juga tinggi, yang membuat akumulasi panas dari keberadaan jamaah di dalam masjid menjadi tidak terlalu besar.
Kebetulan juga bahwa masjid tua biasanya lebih redup cahaya di bagian dalam, akibat lebihan atap atau teritis yang lebar dan dinding yang rendah. Sinar matahari tidak langsung masuk ke dalam ruang masjid. Hal ini juga akan membuat suasana di dalam terasa lebih sejuk.
Baca juga: Masjid-Masjid Lama Indonesia
***
Masjid-masjid baru sering berukuran kecil, atap dengan plafon rendah, dan desain tertutup. Banyak jendela namun seringkali ditutup rapat dengan kaca. Jika menggunakan atap tumpang, atau diberi kubah, sela-sela antaratap atau antara atap dengan kubah malah ditutup dengan kaca. Mungkin agar tidak dimasuki burung atau kelelawar.
Dengan demikian, udara panas akan terkumpul di dalam bangunan, tanpa dapat mengalir keluar. Kadang diberi kipas angin, namun diletakkan di ketinggian dengan maksud agar dapat menjangkau banyak jamaah. Akan tetapi, kipas dengan posisi demikian malah meniup turun lagi udara panas yang sebenarnya telah naik, siap untuk dibuang keluar melalui lubang di atas.
***
Dengan rancang bangun yang tepat, masjid dapat menggunakan pengaturan iklim mikro secara pasif yang akan mengurangi biaya operasional seperti penggunaan listrik untuk menggerakkan kipas angin atau menghidupkan AC. [z]