Eks “IPAL Kraton” di Ngasem

Pasar Ngasem, rupanya menyembunyikan potensi historis selain kuliner yang sekarang viral, dan tentu riwayat sebagai bekas bagian pesanggrahan Tamansari.

Di sisi barat terdapat bekas IPAL, Instalasi Pengolahan Air Limbah. Nama “IPAL Kraton Yogyakarta” masih terlihat pada gerbang besi yang terletak di sebelah barat instalasi sampah. Sebagian tempat itu memang sudah berubah menjadi tempat parkir.

Bekas sarana IPAL ini terletak di antara parkiran di sisi barat dan pasar di sisi timur dan utara, berupa kolam-kolam, saluran, dan sepertinya mesin-mesin. Di tengah lahan parkir sekarang terdapat semacam tower bulat dengan roda gigi di tengah dan tangga besi di sisi barat.

Mungkin warga dahulu mengenal tempat ini dengan nama BTKL, singkatan dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan. Dahulu terdapat bangunan BTKL yang terlihat dari jalan, yang sekarang sudah tidak ada lagi, mungkin bersamaan dengan revitalisasi pasar.

IPAL ini tidak digunakan setidaknya setelah pasar direvitalisasi, atau IPAL di Sewon digunakan, saya tidak tahu pasti. Namun, sejarah IPAL ini ternyata cukup panjang. Buku “Kota Jogjakarta 200 Tahun” memuat pernyataan bahwa IPAL ini dibangun pada masa Kolonial dan sempat dibakar saat pendudukan Jepang. Nama instalasi itu adalah Waterverzuivering, atau Pengolahan Air. Pembangunan instalasi ini kurang lebih bersamaan dengan perbaikan sanitasi kota yang membuat Yogyakarta menjadi kota di Indonesia ketiga dengan gorong-gorong bawah tanah. Saat itu juga dibangun prasarana air minum yang mengambil sumber dari sumur di Karanggayam dan kemudian juga Kaliurang.

Selain data dari buku tersebut, ternyata di Arsip Kota Yogyakarta juga disimpan blueprint sarana ini, termasuk struktur semacam tower bulat tadi dan kolam-kolam serta mesin yang sekarang masih terlihat di sisi timur. Konon, IPAL ini menggunakan sistem trickling filter berkapasitas 10 meter kubik per detik.

Saat revitalisasi Pasar Ngasem di tahun 2010-an, sepertinya bekas IPAL ini tidak ditinggal begitu saja. Beberapa bagian dibuat pagar yang bagus, yang menandakan bahwa sarana ini akan dipelihara sebagai pelengkap daya tarik kawasan Pasar Ngasem. Beberapa bangunan juga terlihat baru dengan atap yang senada dengan atap bangunan-bangunan di pasar. Namun, sekarang beberapa kolam dipenuhi sampah dan lingkungannya terkesan kumuh sehingga perlu pembenahan jika ingin memanfaatkan tinggalan ini sebagai warisan sejarah kota. [z]