Daging untuk Harimau

Ribut-ribut di media sosial terkait dengan kabar (entah benar atau tidak) tentang pegawai salah satu kebun binatang yang membawa pulang daging jatah harimau, membuat saya teringat cerita Bubuksah dan Gagangaking.

Cerita Bubuksah dan Gagangaking adalah salah satu kisah moral Jawa yang berkembang pada masa Hindu-Buddha. Kisah ini memuat ajaran spiritual mengenai kesederhanaan, kemelekatan duniawi, dan pencapaian kesempurnaan hidup. Cerita Bubukshah dan Gagangasking terpahat dalam sejumlah relief candi di Jawa Timur.

Cerita ini tentang dua pertapa kembar yang hidup bersama di hutan. Meski sama-sama mengejar kesempurnaan spiritual, keduanya memiliki karakter dan pendekatan yang sangat berbeda. Bubuksah, yang konon berarti “usus yang rakus”, digambarkan gemuk, berperilaku santai, dan sering menikmati makanan apa adanya. Ia hidup tanpa aturan asketik ketat, cenderung mengikuti arus kehidupan. Namun ia digambarkan berhati tulus, tanpa kemunafikan, dan menerima hidup.

Sementara itu Gagangaking (berarti “dahan yang kering”) digambarkan sangat kurus dan menerapkan pertapaan keras. Ia mempraktikkan asketisme ekstrem, menganggap bahwa pengekangan total adalah jalan kesempurnaan. Meski disiplin, ia digambarkan kurang bijak karena menganggap dirinya lebih suci dibanding saudaranya.

Alkisah, seekor harimau dikirim untuk menguji keduanya. Bubuksah dengan tulus menawarkan tubuhnya untuk dimakan demi kebaikan makhluk lain. Gagangaking justru menolak. Akhir cerita, Bubuksah yang “lulus” dari ujian tersebut.

***

Cerita ini bukan sekadar kisah rakyat, melainkan bagian dari tradisi naratif Jawa Kuno yang masuk ke dalam seni arsitektur candi di Jawa Timur. Beberapa candi memuat relief yang menggambarkan kisah pertapa kembar ini, seperti Candi Surowono (Kediri) dan Candi Gambar Wetan (Blitar). Kompleks Candi Panataran juga memiliki kisah Bubuksah dan Gagangaking pada relief di “pendopo” sisi timur.

***

Cerita ini cukup relevan dengan situasi sekarang, setidaknya adalah tentang kecenderungan untuk mementingkan penampilan atau gaya hidup dari pada esensi hidup itu sendiri. [z]