Hari Museum Internasional 2026

Menurut ICOM, hari ini adalah International Museum Day. Organisasi internasional itu sudah menetapkan tema, yaitu “Museums Uniting a Divided World.” Menurut keterangan lanjutannya, tema ini menyoroti potensi museum sebagai lembaga budaya untuk mendorong dialog, pemahaman, inklusi, dan perdamaian di tengah perbedaan geopolitik dan sosial.

Di sekitar saya, rasanya sepi saja gaung IMD kali ini. Di wilayah Bantul, yang difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, diadakan semacam sarasehan di Museum Andy Bayou. Organisasi museum Barahmus DIY dan beberapa museum anggotanya mengunggah ucapan selamat IMD di medsos dan grup whatsapp.

Menegok website ICOM, kegiatan menyambut IMD di Indonesia yang tercantum hanya lima di Jakarta dan satu di Sumbawa. Para penyelenggara perayaan IMD memang dapat mendaftarkan kegiatannya dan jika disetujui akan terpampang di peta interaktif pada website ICOM.

Saya? Hari ini saya mampir ke Museum UGM, setelah beberapa bulan tidak berkunjung. Bertemu dengan kepala museum Mas Tjahjono dan beberapa teman lain di sana, saya ucapkan “Selamat Hari Museum Internasional”. Mereka malah membalas dengan laporan bahwa unggahan medsos tentang IMD sedang disiapkan.

Ucapan yang sama juga saya sampaikan ke mahasiswa di kelas “Narasi Arkeologi”. Mereka sudah “angkatan proposal” dan tidak semua dari mereka mengambil topik museum untuk skripsinya. Sepengetahuan saya hanya satu dari yang ikut mata kuliah pilihan ini menulis proposal skripsi dengan topik museum, atau menjadi “cah museum”, kata salah seorang mahasiswa peserta.

Selain itu, hari ini saya menerima buku “Instalasi: Serba-Serbi Museum yang Jarang Dibicarakan”, pesanan minggu lalu. Buku tersebut diterbitkan oleh satu kelompok pegiat museum di Jakarta.

Hanya itu sepertinya, sampai sore ini. [z]