Pameran Museum dan Edukasi
Dalam pameran, objek yang dasarnya bersifat bisu, diterjemahkan sehingga menjadi sumber pengetahuan yang dapat dipahami, ditafsirkan, dan dialami oleh pengunjung.
Dalam pameran, objek yang dasarnya bersifat bisu, diterjemahkan sehingga menjadi sumber pengetahuan yang dapat dipahami, ditafsirkan, dan dialami oleh pengunjung.
Terdapat beberapa situs di kota Yogyakarta terkait dengan Hari Ibu, atau pergerakan perempuan di Indonesia. Situs-situs ini dapat dihubungkan, menjadi paket edukasi tentang pergerakan perempuan. MKPWI yang memang merawat ingatan atas peristiwa dan nilai-nilai kongres, dapat menjadi hub, simpul penghubung.
Objek dalam ruang pamer memang benda mati, tetapi memiliki sejarah dan makna yang kebanyakan tidak terlihat secara langsung. Akibatnya, objek sering berhenti sebagai benda, dan bukan cerita. Kurator berkewajiban menghidupkan objek di pameran sehingga dapat bercerita dan terlibat dalam konteks sistem barunya.